Nak, Papa Dan Mama Bertekad Menggandengmu Sampai Di Syurga

[papakuguru.com]- Anak adalah amanah mulia yang dianugerahkan Allah Ta'ala kepada hambaNYA. Amanah inilah yang menjadi tugas besar sekaligus memiliki konsekwensi esok akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Sadar akan hal inilah sebagai orang tua kita mesti menjadikan momentum ini bukan sebagai beban namun justru sebagai pelecut diri agar bersungguh dalam membimbing buah hati sampai kita berhasil menggandenganya di syurga kelak.

Berkumpul dengan Keluarga di Syurga

Keluarga adalah wadah untuk menyemai cinta. Keluarga adalah sarana kita untuk menggapai kebahagiaan dan kemuliaan. Keluarga adalah candradimuka, tempaan yang sarat akan makna bagi orang yang bertaqwa. 

Anak adalah Perhiasan dan Ujian

Hal yang lazim kita dapati bahwa ketika pasangan suami istri mendapatkan karunia dengan hadirnya anak, pastilah mereka akan bahagia. Bahkan orang-orang disekeliling mereka pun turut bersuka cita, dengan hadirnya anak di tengah keluarga mereka.

Hal ini bukanlah potret kehidupan keluarga yang baru, namun sudah diberitakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firmanNYA,
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia" (QS. Al-Kahfi : 46)
Namun di sisi lain, selain sebagai perhiasan dalam kehidupan dunia kita, anak juga sebagai ujian bagi kita. 
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu. Dan di sisi Allah lah pahala yang besar" (QS. Attaghabun : 15)
Karenanya jangan sampai ayah bunda semua terpedaya dengan kehadiran anak-anak di keluarga kita. Bahwa kewaspadaan kita dengan hadirnya anak kita dengan kita sikapi untuk terus berkomitmen dengan mendidik anak-anak kita tetap dalam jalan kebaikan.

Tidak terlena dengan segala hal yang bisa menjadi sandungan dalam proses bimbingan kebaikan. Menjadikan anak kita sebagai partner dalam berbuat kebaikan, bersinergi positif untuk hal yang mulia.

Keluarga Bisa Berkumpul Di Syurga

Ketika kita sudah memahami bahwa anak adalah perhiasan sekaligus ujian bagi papa mama semua, tentu tidak akan ada lagi waktu sia-sia tanpa berbuat kebaikan. 

Maka hal selanjutnya adalah tentang janjibAllah Ta'ala yang akan memberikan balasan kebaikan kepada siapapun yang beriman dan beramal shalih akan di anugerahkan pahala, dan dikumpulkan dengan keluarganya, orang tuanya, anak keturunannya yang masih dalam jalur keimanan di syurga kelak.
وَيَنْقَلِبُ اِلَى اَهْلِهِ  مَسْرُوْرًا

"Dan dia akan kembali dengan keluarga mereka (sama-sama beriman) dengan gembira" (QS. Al Insyiqaq : 9)

Dalam ayat lain juga Allah Ta'ala telah berfirman,

"Dan orang-orang yang beriman dan yang anak  ucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka  dengan mereka. Dan kami tidak mengurangi sedikitpun pahala dari amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan amal yang mereka  kerjakan" (QS. Thuur : 21)

Terkait dengan tafsir dalam Ibn Katsir tentang QS. Thur ayat 21 di atas, Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa orang-orang yang beriman, dan mereka memiliki keluarga, anak keturunan yang sama-sama beriman, maka mereka akan digubungkan dengan orang tua mereka di syurga. Meskipun derajat orang tua mereka lebih tinggi dari anak keturunannya. 

Bersinergi dalam Kebaikan

Papa mama, dari paparan di atas, jelaslah bagi kita sebagai orang tua bagi anak-anak kita, untuk terus menyemai cinta dan asa, bahwa kita mampu merealisasikan masuk syurga bersama anak-anak kita dan keluarga kita, bi-idznillah.

Maka selanjutnya adalah papa mama dan seluruh anggota keluarga haruslam bersama-sama untuk sudi bersinergi dalam mencapai target mulia dunia dan berkumpul di syurga itu.

Berbekal keyakinan kita, ilmu yang terus kita ikhtiyarkan niscaya bukan hal yang mustahik kita dapatkan. Seorang ayah akan semakin ringan tanggung jawabnya jika disupport dengan optimal oleh seluruh anggota keluarga. 

Subscribe to receive free email updates: