Ketika Muridku Berlomba Menghafal 1 Ayat Al Quran

Allohumma innii as-aluka 'ilman naafi'an warizqan thayyiban wa'amalan mutaqobbalan. Setiap mengawali belajar setiap harinya, anak-anakku menegadahkan tangan mereka, menggantungkan asa dan cita-cita besar mereka kepada Dzat Yang Maha Kuasa, Allah Azza wa Jalla, dengan lantunan munajat pagi. Mereka optimis mendapatkan tambahan energi belajar dan keberhasilan di setiap harinya. Seperti halnya saya, anda dan kita semuanya pagi ini, harapan kita hanya kita gantungkan kepada Allah Ta'ala. Untuk itulah untuk mensinergikan harapan saya, saya menulis kisah di pelajaran saya tentang ketika muridku berlomba menghafal 1 ayat Al Quran. Semoga bermanfaat dan menguatkan kita untuk selalu dekat dengan Al Quran.
Kemarin, seperti biasanya setelah "ritual" opening kegiatan belajar mengajar, saya membuka pelajaran di kelas dengan membacakan sebuah hadits tentang keutamaan bersahabat dengan Al Quran. Semakin dekat kita dengan Al Quran, maka Al Quran akan dekat juga dengan kita esok di hari kiamat. Kegigihan kita mrnjaga dan membela Al Quran maka esok di hari kiamat kita pun akan dijaga dan dibela oleh Al Quran atas izin Allah Ta'ala.

Murid-murid pun semakin antusias untuk mengikuti lanjutan dari makna hadits tersebut. Namun saya langsung kaitkan dengan materi baru yangvakan dipelajari. Materi yang terpilih adalah iman kepada malaikat. Nah, sebagai follow up saya terkait dengan hadits diatas tentang keutamaan dekat dengan Al Quran, saya ajak murid-murid saya untuk mengambil salah satu dalil naqli tentang materi yang dipelajari.

Satu ayat dari QS. Fatir menjadi pilihan kami. Ayat yang pertama,


الحمدلله فاطر السموات والارض جاعل الملائكة رسلا أولى أجنحة مثنى وثلاث ورباع يزيد فى الخلق مايشاء إن الله على كل شيء قدير

Inilah ayat pertama dari surat yang ke-35 yang menjadi bahan yang akan dihafalkan murid-muridku. 

Beragam myrid-muridku dalam merespons kegiatan belajar di jam tersebut. Ada yang langsung ambil mushab Al Quran dan menghilang dari tempat duduknya, hehe maksudnya mojok di sudut ruangan. Ada lagi murid yang membuat  lingkaran dengan teman-temannya. Lain lagi dengan murid-murid putra, membaca keras-keras lalu tutup mushab dan mencoba menghafalkan. Sungguh pemandangan yang jarang saya temukan di sekolah ini. Karena mereka nampak sedang asyik, serius sambil bibir-bibir mereka yang tidak henti-hentinya bergerak membaca sesuatu. sambil tangan mereka yang memegang mushab Al Quran.

Durasi sekitar 30an menit sudah nampak muridku tergopoh-gopoh maju dan duduk dikursi yang sudah disiapkan di depan kelas. Kesan saya ketika murid pertama ini maju murojaah hafalanya, sempat bertanya-tanya dalam hati, namun ternyata, maasyaa Allah. Luar biasa, murid ini meskipun jarang mereka hafalan, tapi dalam waktu kurang dari satu jam ternyata bisa menyelesaikan 1 ayat yang terbilang cukup panjang juga.

Bahkan di kelas yang lain, ada seoarang siswi muallaf yang belum satu tahun belajar Islam dan memeluk agama Islam, juga turut andil dan ambil bagian, meski tidak dengam menghafal, dia menunjukkan kesungguhan dg membaca dan alhamdulillah bacaannya meski belum lancar namum progres membaca Al Quran sudah sangat meningkat.

Muridku, semoga ini menjadi jalan ke surgaNYA. Semakin kita dekat dan cinta Al Qutan, maka Al Quran akan semakin dekat dan mrnjaga kita serta menjadi syafaat bagi kita di hari Kiamat dan akherat kelak.




Subscribe to receive free email updates: